Strategi Bertemu Calon Ayah Mertua

 

 

KITA semua tahu bagaimana ketegangan terlihat saat pertemuan pertama dengan calon mertua. Karena saat itulah, Anda sebagai orang asing dikenalkan putrinya sebagai kekasih.

 

Tentu saja dalam pertemuan itu, ayah dari sang kekasih akan menilai Anda tepat atau tidak berdampingan dengan anaknya. Untuk itulah, Anda pun harus menyiapkan strategi khusus agar semuanya berjalan lancar.

 

Nah, kali ini Askmen menawarkan trik sederhana agar Anda dapat diterima dengan baik di keluarga tersebut, bahkan dapat menjadi anggota keluarga permanen dengan menjadi pendamping kekasih tercinta. Semoga saja trik ini berhasil membuat calon ayah mertua menghargai kehadiran Anda.

 

– Tunjukkan bahwa Anda menghormatinya

 

– Jaga komunikasi dengan pasangan

 

– Pelajari karakter calon ayah mertua terlebih dahulu, sebelum pertemuan

 

– Paham etika

 

– Hindari perdebatan masalah isu yang sedang ramai dibicarakan

 

– Jangan terlihat terlalu ramah

 

– Tunjukkan bahwa Anda mampu menjadi pasangan yang baik bagi anaknya.

 

– Jangan termakan umpan ucapan calon ayah mertua

 

– Putar percakapan ke arah pendapat Anda

Menangkan Kembali Cinta Sang Mantan

 

 

SETELAH beberapa waktu tidak berhubungan, terbesit dalam pikiran Anda ingin memenangkan kembali cinta sang mantan. Memang, kita tidak dapat memaksakan cinta seseorang, dan sepertinya hanya pihak Anda yang menginginkan hubungan ini terbangun kembali.

 

Women Health About memiliki beberapa metode andal yang akan membuat dia merasakan hal yang sama seperti Anda. Tak peduli apa yang terjadi di masa lalu, tapi kemungkinan untuk merajut masa depan dengan mantan tetap dapat terjadi.

 

Apa yang harus dilakukan?

 

Pertama-tama, pahami situasi bahwa Anda memang telah putus dengannya. Lalu, pastikan dia melihat Anda kini baik-baik saja. Lebih dari itu, bahkan luar biasa. Katakan bahwa Anda telah banyak berpikir bahwa mungkin kembali berhubungan adalah jalan terbaik bagi Anda berdua.

 

Buat dia merindukan Anda

 

Ini merupakan bagian tersulit, terutama adanya dorongan hati bahwa dia selalu ada dalam pikiran Anda. Tapi memang harus dilakukan. Buat diri Anda “unavailable”, jangan meneleponnya. Jika dia yang menelepon Anda, bersikap manis tapi usahakan agar percakapan berlangsung singkat dan ringkas. Katakan sedang sibuk dan sebaiknya dia menelepon Anda kembali nanti. Jangan terkesan bahwa Anda putus asa. Kuncinya, buat dia yang mendatangi Anda. Pengalaman mengatakan, dengan tidak memberikannya perhatian bahkan untuk pria yang terarogan sekalipun akan datang menghampiri Anda.

 

Apa yang sebaiknya tidak dilakukan

 

Jangan membuatnya jengah dengan semua telepon, SMS, bbm, e-mail atau kehadiran Anda. Apalagi dengan menghubunginya 20 kali sehari, tindakan ini sungguh mengganggu! Sekali Anda melakukan hal itu, maka dia akan mundur tanpa sepengetahuan Anda. Sekali lagi, jangan bertingkah seperti Anda putus asa.

 

Sebaiknya..

 

Pria tertarik dengan wanita yang mampu menjaga diri mereka sendiri dan tampak tidak membutuhkan pria di sekitar mereka. Jadilah wanita yang mandiri. Dan tahu apa yang Anda inginkan. Dengan cara ini, persentase Anda memenangkan dia kembali akan meningkat tajam.

Pernikahan Bikin Perilaku Pria Lebih Beradab

 

 

“DI belakang pria hebat, ada wanita hebat”. Mungkin hal ini terdengar klise, bahkan sering kali Anda harus mengajarkan manner yang baik agar kekasih dapat berkelakuan lebih baik dan beradab.

 

Kini berbahagialah, karena Idiva telah melansir sebuah studi yang membuktikan bahwa pria yang menikah memiliki etika sosial jauh lebih baik dari mereka yang tidak atau belum menikah.

 

Studi tersebut dilakukan oleh General Psychiatry oleh S Alexander Burt, ahli genetika perilaku di Michigan State University. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa pria dengan perilaku kurang anti-sosial, lebih terbuka terhadap pernikahan.

 

Penelitian dilakukan terhadap 289 pria kembar identik genetik ketika mereka berusia 17, 20, 24 dan 29 tahun. Ditemukan bahwa pria yang kurang anti-sosial pada usia 17 dan 20 tahun, menikah pada 29 tahun.

 

Selain itu, mereka dengan perilaku kurang anti-sosial yang telah menikah, yang dahulu suka berkelahi, mabuk, dan agresif, ternyata bisa meminimalisir sifatnya tersebut setelah menikahi seseorang.