Putus Lewat E-mail, Etis Enggak Sih

KESAN pertama begitu baik, kisah asmara selanjutnya juga begitu indah, tapi mengapa Anda mengakhirinya secara tidak santun? Anda memutuskan tali cinta lewat e-mail.

 

Saat berniat mengenal, Anda rela datang ke kantor dan menunggu si dia hingga selesai bekerja. Begitu banyak momen indah berdua terlewati. Namun sayang, jalinan asmara tidak bisa dilanjutkan karena banyak perbedaan prinsip hidup antara Anda berdua.

 

Kalau awalnya Anda bingung “menembaknya“ dengan cara apa, kini Anda dilanda kebingungan untuk mencari cara putus dengannya. Kalau Anda memilih putus darinya lewat e-mail, coba pikirkan lagi!

 

Mengapa tidak melakukannya secara langsung? Kalau jawabannya Anda adalah tidak bisa, maka Anda adalah pengecut besar.

 

Pakar hubungan Analorena Zeledon mengatakan, bersembunyi di balik teknologi maya untuk mengakhiri hubungan emosional adalah salah. Karena, Anda menjadi pribadi yang terkesan kejam, dingin, dan menunjukkan diri tidak berkelas.

 

“Bayangkan saja, putus melalui e-mail sama dengan membuka plester luka. Semakin cepat Anda membuka dan menarik, rasa sakit yang dirasa lebih sedikit,” tegasnya, seperti dilansir GalTime.

 

Anda mungkin bertanya, apa yang salah dengan putus cinta lewat email? Toh, kita adalah manusia biasa yang tidak sempurna, termasuk dalam urusan kencan dan percintaan.

 

Analorena menyarankan, atas nama karma yang baik atau hubungan berkelas, kumpulkan keberanian Anda, dan yakinkan kepada diri bahwa Anda bisa melakukannya (bilang putus secara langsung). Karena, satu waktu Anda mungkin akan saling bertemu di jalan. Saling benci jelas tidak baik karena sebelumnya Anda saling cinta. Dengan pemahaman yang disampaikan dengan baik, putus cinta tak akan meninggalkan bekas menyakitkan (kecuali kata “putus“ itu sendiri).

 

Jika Anda tidak ingin berkencan lagi dengan si dia, cukup hentikan semua kontak dengannya. Dan jika ia menghubungi Anda, secara lembut tapi tegas nyatakan bahwa Anda merasa kurang cocok, atau alasan apa saja yang sesuai dengan perasaaan Anda. Jika hubungan masih seumur jagung, berikan alasan Anda tidak merasa ada chemistry dengannya.

 

Bersiaplah menghadapi, misal tangisannya, kemarahannya, kebisuannya, maupun kalimat-kalimat mengemisnya. Ini adalah dampak yang normal dan merupakan bagian dari masa penyembuhan yang diperlukan.

 

Kini jelas bahwa ia sekarang adalah mantan kekasih. Anda berdua tak lagi terikat komitmen hubungan, jadi bisa move on dan bersiap menemui orang baru.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s