Kenapa Wanita Senang Mengkritik Pria

SEMUA pria merasakan pengalaman sama, dikritik pasangannya. Sayang, pria seperti tidak peduli dan tak mau menghentikan perilaku yang membuat pasangannya jengkel.

Perbedaan biologis dan cara bersosialisasi menjelaskan mengapa pria cenderung menjadi orang yang mendapatkan peran dikritik dalam suatu hubungan. Simak beberapa hal yang membuat kekasih Anda “meledak” dan bagaimana Anda bisa berhasil meredamnya. Berikut, seperti dibahas Askmen.

 

Wanita mengekspresikan diri secara berbeda

Penelitian telah menunjukkan bahwa wanita cenderung menghasilkan lebih banyak pesan berorientasi emosi daripada pria. Satu studi, misalnya, menemukan bahwa ketika diminta untuk menulis cerita tentang cinta, narasi pria 50 persen lebih pendek daripada wanita.

Selain itu, banyak bukti menunjukkan bahwa pria lebih menggunakan pendekatan berfokus pada masalah ketika berada dalam situasi penuh tekanan, sedangkan wanita lebih pada dukungan emosional.

Gaya ekspresi berbeda ini menjelaskan mengapa Anda berdua punya pandangan berbeda soal simbolisasi cinta. Misal, Anda memetik setangkai bunga di taman sebagai simbol perasaan cinta untuknya, tapi dia tidak mengerti maksud Anda. Juga, ketika Anda bercerita setelah melewati hari buruk. Anda ingin membantunya menemukan solusi, tapi ternyata dia hanya butuh kata-kata dukungan.

Akibat perbedaan gender ini, Anda mungkin akan sering dituduh pasangan kurang mencintainya karena dia mengharapkan Anda menjadi lebih ekspresif.

Cobalah mengekspresikan perasaan positif terhadap pasangan Anda lebih sering, tapi jangan lupa untuk membiarkannya tahu bahwa ketika Anda melakukan sesuatu untuk dia, seperti mengganti ban mobil, itu adalah cara lain untuk mengatakan Anda peduli.

 

Pria butuh waktu lebih lama untuk meredakan emosi

Ketika Anda berselisih dengan pasangan, dan mulai marah, kemungkinan Anda akan menarik diri dan menutup perdebatan secara emosional. Itu karena ketika pria kewalahan oleh emosi negatif, tubuhnya memberi dua pilihan, yakni melawan atau menarik diri.

Alasan pria cenderung menarik diri adalah karena sistem kardiovaskular pria jauh lebih reaktif terhadap stres dibandingkan wanita, membuatnya merasa sangat tidak nyaman dengan emosi negatif.

Sayang, wanita menilai tindakan demikian sebagai cara pria untuk lari dari masalah dan tak mau mendengar pendapatnya. Masalah menjadi terjebak dalam lingkaran setan yang tak berujung pada solusi dan berdampak besar pada kualitas hubungan. Wanita pun semakin mengkritik Anda.

Untuk membebaskan diri dari siklus negatif ini, bersikaplah tegas. Saat perselisihan makin panas, katakan, “Sekarang aku benar-benar emosi dan enggak bisa melanjutkan percakapan ini. Tolong, beri aku waktu 40 menit supaya bisa berpikir jernih.”

Katakan secara spesifik perasaan dan kebutuhan Anda untuk break dari perselisihan. Jadi, dia tahu keadaan Anda dan akan menerima pernyataan Anda karena dia tidak akan merasa diabaikan.

 

Wanita senang terlibat secara sosial

Beberapa teori berspekulasi bahwa otak wanita lebih prima untuk koneksi sosial daripada pria. Misalnya menurut Dr Luan Brizendine, penulis The Female Mind. Ia mengatakan bahwa sejak bayi, wanita telah menunjukkan kemampuan ini. Bayi perempuan akan menghabiskan lebih banyak waktu menatap mata orang lain daripada bayi laki-laki. Kemudian di masa kecil, perempuan cenderung bermain game yang melibatkan hubungan daripada skenario petualangan penuh aksi.

Selanjutnya, wanita rata-rata mengucapkan 20.000 kata sehari dibandingkan pria yang hanya 7.000 kata. Bicara, bagi wanita, adalah bagian dari harga diri. Ketika wanita tidak dapat memuaskan kebutuhan ini, ia akan berupaya menarik perhatian Anda, termasuk mengkritik.

Agar Anda punya cukup waktu untuk diri sendiri sekaligus merasa dihargai, luangkan waktu untuk ngobrol (walau tidak penting) dengannya, bahkan mungkin jika hanya 20 menit sehari. Berikan perhatian penuh dan coba untuk tidak mengambil alih percakapan. Setelah itu, katakan dengan jelas bahwa Anda perlu waktu untuk sendirian.

 

Pria tak bisa berbagi kekuasaan

Dalam hubungan romantis, pria biasanya punya kesulitan lebih besar untuk berbagi dibanding wanita. Menurut pakar hubungan John Gottman, jika Anda tidak mau berbagi kekuasaan dengan pasangan, 81 persen kemungkinan hubungan Anda tidak akan bertahan. Apalagi bila ada ketimpangan besar di dalamnya, Anda lebih mungkin menerima banyak kritik darinya.

Mulailah dengan “menyerah” pada salah satu permintaannya yang tidak terlalu penting bagi Anda atau bicara atas keputusan penting bersama-sama.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s