Waktu Bisu Diamkan Suara

 

Satu Daun Tak Juga Gugur Jatuh,

Pada Buah Mimpi Yang Merah,

Biji Cintaku Jatuh Di Tanah Tandus,

Mengerang Coba Bertumbuh.

 

Setiap Hari Hujan,

Kau Menyetapakkan Langkah Di Tanahku,

Aku Tidur Dalam Hari Terik,

Di Mana Semua Semu Tak Bertepi,

Hanya Hening Dan Hayal Membentuk Bayang,

 

Saat Setiap Memikirkan Dirimu,

Kau Datang Hembuskan Nafas Kasih,

Memungutku Menjagaku Dalam Rumah Kacamu

Yang Terus Kau Rawat Aku Sampai Bersemi.

 

Saat Itu Tanpa Dusta Langit Menipu Musim,

Kita Tegar Di Sini Berdiri Hadapi Hidup Bersama,

Dalam Pernikahan Yang Kita Janjikan Bersama.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s